Loading
+ الرد على الموضوع
النتائج 1 إلى 1 من 1
  1. #1
    تاريخ التسجيل
    Jan 2011
    الدولة
    Dar El-Hadith Dammaj Sa'adah 90070
    المشاركات
    106

    Mumayaz Hakikat Kitab Dalailul Khairat

    MENGUNGKAP HAKIKAT


    YANG TERKANDUNG DI DALAM KITAB DALAILUL KHAIRAT




    PENYUSUN

    ABU AHMAD

    MUHAMMAD ZAKI HIDAYAT BIN ADNAN AL ASYI







    BANDA ACEH, JUMADIL AKHIR 1432





    KATA PENGANTAR
    إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.
    يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته، ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون. يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة، وخلق منها زوجها، وبث منهما رجالا كثيرا ونساء، واتقو الله الذي تساءلون به والأرحام، إن الله كان عليكم رقيبا. يا أيها الذين آمنوا اتقو الله وقولوا قولا سديدا، يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم، ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما.
    أما بعد، فإن أصدق الحديث كتاب الله، وخير الهدي هدي محمد r، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار.
    Alloh U telah memberikan kepada kita, umat Islam, kenikmatan yang sangat banyak. Kenikmatan yang banyak ini tidak ada yang mampu untuk menghitungnya selain Dzat Yang memberikannya. Alloh U berfirman:
    {وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ}([1])
    Nikmat apa saja yang ada pada kalian, Maka (datangnya) dari Alloh.

    {وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لاَ تُحْصُوهَا}([2])
    Jika kalian menghitung nikmat Alloh, tidaklah kalian dapat menghitungnya.”
    Di antara nikmat terbesar yang diberikan Alloh U kepada umat ini adalah diutusnya Muhammad r sebagai Nabi dan Rasul-Nya, karena beliau r adalah pembawa syariat Alloh r dan menyebarkannya kepada seluruh umat manusia.
    Beliau adalah seorang hamba pilihan yang diberikan kedudukan khusus dan keistimewaan di sisi Alloh U . Beliau r diangkat menjadi nabi dan rasul, dipilih menjadi hamba yang terdekat kepada-Nya (khalil), diangkat menjadi pemimpin keturunan Adam r pada hari kiamat, diberikan hak untuk memberikan syafaat secara khusus pada hari kiamat, dan lain sebagainya.
    Di antara kemuliaan Nabi Muhammad r adalah bahwasanya Alloh U dan para malaikat bershalawat untuknya dan memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bershalawat atasnya. Alloh U berfirman di dalam kitab-Nya yang mulia:
    {إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا}([3])
    Sesungguhnya Alloh dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

    Berdasarkan ayat ini, maka para sahabat bertanya kepada Rosululloh r tentang cara bershalawat dan mengucapkan salam kepada beliau dengan tujuan untuk mengamalkan perintah yang mulia ini. Begitu pula kaum muslimin setelah mereka bersemangat untuk bershalawat untuk Nabi r sebagaimana yang Alloh U perintahkan.

    Namun ibadah tidak hanya cukup bermodalkan semangat. Ibadah juga harus dilakukan dengan niat yang ikhlas dan tata cara yang benar. Tata cara yang benar ini hanya bisa didapatkan di dalam syariat yang telah dipaparkan di dalam Al Qur`an dan As Sunnah. Ibadah yang hanya dilandasi dengan semangat bisa membawa kepada ketergelinciran. Baik itu ketergelinciran kepada kesyirikan, ataupun ketergelinciran kepada kebid’ahan. Alloh U berfirman:
    {وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ}([4])
    Mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya sebagai HUNAFA (orang-orang yang menghadapkan wajah kepada-Nya dan berpaling dari selain-Nya).

    Rosululloh r bersabda:
    فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ، عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ.([5])
    Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa` Rasyidin yang telah mendapat petunjuk. Gigitlah ia dengan geraham.

    Sebagai contoh, kita perhatikan banyak di kalangan umat Islam yang melaksanakan perintah Alloh U untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad r dengan hanya bermodalkan semangat dan kecintaan kepada beliau r tanpa dilandasi ilmu. Mereka bershalawat sampai berpuluh-puluh kali atau lebih dengan berbagai macam model shalawat, akan tetapi ternyata shalawat mereka itu jauh dari tuntunan yang diajarkan oleh Rosululloh r , baik dari sisi kandungan shalawat itu maupun tata cara pelaksanaannya.

    Mereka menyangka bahwa mereka telah melaksanakan perintah Alloh U dengan benar dan telah membuktikan kecintaan mereka terhadap Rosululloh r dengan shalawat buatan mereka. Mereka menyangka telah melakukan suatu kebaikan padahal yang mereka lakukan adalah kebalikannya. Alloh U berfirman:
    ö@è%ö@ydLälã¤Îm7t^çRtûïÎŽy£÷zF{$$Î/¸x»uHùår&ÇÊÉÌÈtûïÏ%©!$#¨@|ÊöNåkߎ÷èyÎûÍo4quŠptø:$#$u÷R9$#öNèdurtbqç7|¡øtsöNåk¨Xr&tbqãZÅ¡øtä$·è÷Yß¹([6])
    “Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”.

    Salah satu kitab yang mereka jadikan pedoman utama dalam hal bershalawat untuk Nabi Muhammad r adalah kitab ““Dalailul Khoirot”” yang ditulis oleh Muhammad bin Sulaiman Al Juzuli. Kitab ini dianggap sebagai kitab induk shalawat bagi kaum sufi sehingga tidak heran bila penyebarannya mencapai hampir ke seluruh dunia.

    Kitab ini bila diteliti dan diperhatikan secara ilmiah yang berlandaskan dalil-dalil syar’i ternyata tidak sebesar namanya yang berarti petunjuk kepada kebaikan. Kitab ini mengandung banyak penyimpangan dan penyelisihan terhadap ajaran Islam yang murni. Orang-orang yang tidak berilmu yang sudah terlanjur terkesima dengan popularitas kitab ini bersangka baik dan menganggap kitab ini adalah syariat yang harus diamalkan.

    Oleh karena itu, dalam rangka mengamalkan hadits Rosululloh r :
    الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ. قُلْنَا: لِمَنْ ؟ قَالَ: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّاتِهِمْ.([7])
    Rosululloh r bersabda: Agama adalah nasehat. Kami bertanya: (Nasehat) untuk siapa? Nabi r menjawab: Untuk Alloh, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan keumuman kaum muslimin.”
    dan hadits:
    مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَفْعَلْ.([8])
    Barangsiapa di antara kalian ada yang mampu untuk memberi manfaat kepada saudaranya maka hendaklah dia melakukannya.
    maka saya menyusun sebuah tulisan ringkas dan sederhana yang berkaitan dengan isi kitab ““Dalailul Khoirot””. Saya mengumpulkan keterangan-keterangan dari beberapa ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang menerangkan tentang penyimpangan-penyimpangan akidah yang terdapat di dalam kitab tersebut.
    Saya memohon kepada Alloh semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi diri saya dan seluruh kaum muslimin, dan bisa menyadarkan mereka yang telah terbiasa mengamalkan isi kitab ini sehingga mereka bisa kembali kepada tuntunan Al Qur`an dan Sunnah yang sebenarnya dengan pemahaman generasi terbaik umat ini, yaitu para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka dengan baik dan benar. Amin.



    Penyusun


    Abu Ahmad Zaki bin Adnan bin Abdurrahman


    Banda Aceh, Kamis, 09 Jumadil Akhir 1432 H.





    ([1]) QS An Nahl (53).
    ([2]) QS Ibrahim (34).
    ([3]) QS Al Ahzab (56).
    ([4]) QS Al Bayyinah (5).
    ([5]) HR Tirmidzi (2676) dari Al ‘Irbadh bin Sariyah t . Hadits shahih.
    ([6]) QS Al Kahfi (104).
    ([7]) HR Muslim (55) dari Tamim bin Aus Ad Dari t .
    ([8]) HR Muslim (2199) dari Jabir bin Abdullah t .
    الملفات المرفقة الملفات المرفقة
    التعديل الأخير تم بواسطة أبو الجوهر آدم الاندونيسي (رحمه الله) ; 04-07-2011 الساعة 05:16 PM

+ الرد على الموضوع

معلومات الموضوع

الأعضاء الذين يشاهدون هذا الموضوع

الذين يشاهدون الموضوع الآن: 1 (0 من الأعضاء و 1 زائر)

     

ضوابط المشاركة

  • لا تستطيع إضافة مواضيع جديدة
  • لا تستطيع الرد على المواضيع
  • لا تستطيع إرفاق ملفات
  • لا تستطيع تعديل مشاركاتك